
Hidupku berawal ketika pemilikku menjatuhkanku ke tanah yang keras, hitam dan tak berpenghuni.Akupun menjadi setitik lembaga kecil yang terpendam di dalam tanah kering yang aku juga sebenarnya enggan untuk berada didalamnya. Kadang rasa menyesal menyusup dalam hatiku,kenapa aku dilahirkan seperti ini. Aku tidak dianggap ada, seenaknya mereka menjemurku hingga tubuhku legam dan kering. Aku menangis dan berharap aku menemukan kebahagiaan seperti layaknya tetamanan yang elok dan asri tanpa cacat.
Kini setelah legam dan kering mereka belum puas juga menyiksaku. Aku kemudian dilemparnya ke dalam lubang yang gelap. "Oh tidak, toloong jangan masukkan aku ke dalam sana, disana pasti banyak sekali cacing dan binatang lainnya yang menjijikkan." Namun jerit dan tangisku yang keras seakan udara yang menumpang lewat di telinga mereka. "Siapapun tolonglah aku…!!!" lalu sedikit demi sedikit tanah pun mulai menutupi tubuhku dan semua pun gelap, tidak menyisakan ruang sedikitpun untuk napasku… sedikitpun…
Hitungan hari telah berlalu kini tubuhku lunak dan kotor. Aku semakin sedih karena aku tidak mungkin dapat seindah taman yang disana tentu ramai orang bahagia menikmati keasrian dan keindahannya. Dan "oh Tuhan apa ini yang menyembul keluar dari tubuhku…. Tidak.. aku semakin buruk dengan ini semua….tolong keluarkan aku dari sini… Kemana dia yang memasukkan aku ke dalam sini…mana tanggungjawabnya setelah melakukan semua ini kepadaku… namun semua kosong tanpa sahutan berarti.
Dalam waktu yang lama akhirnya dia datang dan mengeluarkanku dari pendaman tanah yang gelap, dingin dan pengap ini. Aah akhirnya aku bebas dan bisa merasakan segarnya udara dan hangatnya sang surya yang membuatku lebih bergairah. Dan ooh… dalam terang aku mampu melihat jelas tubuhku… kini aku bukanlah sebuah biji kecil yang tak berarti… aku kini telah menjadi sebuah pohon kecil dan aku bukannlah sembarang pohon, aku adalah anak bunga mawar.. yach.. mawar merah.. begitulah si penanam menyebutku. Dan satu hal yang menggembirakanku adalah aku akan dibawa untuk ditanam disuatu taman kota lengkap dengan arena bermain… oh bahagianya aku…
Kini aku tidak lagi kotor, mahkotaku pun baru saja memekar indah, dan aku kini menjadi penghuni taman yang indah, suatu hal yang dulunya mustahil bagiku. Banyak orang mengagumiku tetapi tidak sembarang orang boleh memetikku, karena aku terjaga oleh pemelihara taman dan juga duri-duri di tubuhku cukup menjadi peringatan bagi tangan jahil yang hendak menyentuhku… hanya sentuhan penuh cinta dan ketulusan yang mampu menyentuh dan memetikku, itupun dengan ijin sang pemeliharaku. Meski kadang pemelihara taman itu menyakitiku dengan guntingnya, aku tidak lagi marah dan tidak lagi mengeluh seperti dulu, karena kini aku mengerti ia hanya ingin aku terlihat semakin cantik dan menawan. Terima kasih Tuhan atas karuniaMu padaku..
Sahabat, sebuah cerita yang mungkin tidak jauh dari kehidupan kita. Ketika kita lahir dan beranjak dewasa seringkali tersirat sesalan dalam diri kita. Untuk segala kekurangan diri kita. Ataupun segala pahit kehidupan yang tiap detiknya menguras airmata dan mengiris hati kita, seakan kita adalah makhluk paling menderita dan tidak berharga sama sekali di dunia ini. Kita tidak menyadari bahwa apa yang kita alami baik pahit atau manis adalah jalan yang menghantarkan kita ke dalam kebahagiaan. Mungkin ada diantara kita memiliki jalan cerita yang pahit seakan tidak pernah ada titik akhirnya.. maka bersabarlah karena janjiNya adalah benar, bahwa akan ada kemudahan setelah kesulitan. Dan mungkin ada diantara kita pula yang hidupnya berwarna, kadang manis kadang pahit, yang jelas semua adalah roda kehidupan yang harus dilewati dan dijalani. Yang harus kita yakini adalah semua bentukan dari Sang Pencipta untuk menjadikan kita indah dan cantik dengan kesabaran, keikhlasan dan kedewasaan. Bukankah makan setelah merasakan perihnya lapar jelas lebih nikmat daripada makan dalam keadaan kenyang?
Sahabat, ingatlah jika kita sudah dalam keadaan yang baik, janganlah berbangga diri, Karena kita akan tetap merasakan perihnya guntingan-guntingan itu, dan itu berarti kita tidak pernah sempurna dan tidak akan sempurna karena kesempurnaan itu hanya milikNya. Syukurilah semua yang ada pada dirimu.. agar engkau semakin cantik dan menawan, baik dalam hati dan luar dirimu. Jagalah dirimu seakan duri-duri yang melindungi setiap detik hidupmu, ialah duri duri iman yang menutup tubuhmu sehingga tidak sembarang orang boleh menyentuh bahkan memetikmu. Ingatlah hanya ketulusan dan keikhlasan yang memetikmu. Tersenyumlah dan hadapi semua dengan gagah layaknya mawar yang gagah menatap matahari dengan keanggunannya, karena kita tidak lain adalah bunga yang indah dan menawan, walaupun berasal dan tumbuh di tempat yang berbeda….
Bunga selalu indah, dimanapun berada…terjaga dan terpelihara itu kuncinya…
<!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]-->
Midha Farhat Zahrani