ReviewReviewC!NTA SEJAT! SEORANG IBUFeb 16, '08 12:00 PM
for everyone
Category:Other
"Bisa saya melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang kearah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga.

Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak sambil berkata, "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh."

Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Iapun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan,"Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?" Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.

Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.

Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia." kata sang ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, "Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku, ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya." Ayahnya menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini."

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah... bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.

"Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya," bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?" Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati.

Renungan: Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.


Sumber: sabda.org



23 CommentsChronological   Reverse   Threaded
putrifadhil wrote on Feb 16
solekha wrote on Feb 16
Makasih sharinganya mbak dilla,,picnya itu bunda maria ya?
surtan wrote on Feb 16
jd ingat mamaku nih...
putrifadhil wrote on Feb 16
solekha said
Makasih sharinganya mbak dilla,,picnya itu bunda maria ya?
Sama2 mba..Solekha....itu bukan foto bunda maria mba....
putrifadhil wrote on Feb 16
surtan said
jd ingat mamaku nih...
Hmmmm...jangan sedih ya mas....didoakan saja.
smartfad wrote on Feb 16
ibuuu...., dah bobo yah..
putrifadhil wrote on Feb 16
ibuuu...., dah bobo yah..
Ibuuuuuu di rumah mas.....blom ngantuk...^_^ (ingat ibu)
sagalainfo wrote on Feb 16
....:)
putrifadhil wrote on Feb 16
....:)
^_^
ndleng wrote on Feb 16
bagus banget Put...
aku terharu
putrifadhil wrote on Feb 17
Terima kasih mas Ivan....:(
rembulan07 wrote on Feb 17
Oh ceritanya menyentuh hati de.....jadi kangen sama ibu....
makasih sayang.....
pendekarlangit wrote on Feb 17
Benar sekali put,.....ibu adalah sosok yang luar biasa,.....and aku harus cari cara utk membahagiakan dia.
putrifadhil wrote on Feb 17
Oh ceritanya menyentuh hati de.....jadi kangen sama ibu....
makasih sayang.....
Sama2 kakak....terima kasih kembali.
putrifadhil wrote on Feb 17
Benar sekali put,.....ibu adalah sosok yang luar biasa,.....and aku harus cari cara utk membahagiakan dia.
Alhamdulillah.....
pendekarlangit wrote on Feb 18
Amien
putrifadhil wrote on Feb 18
Amien ya rabbal allamien......
gambarpacul wrote on Feb 18
moco karo nangis2 kie dhil.......
putrifadhil wrote on Feb 18
moco karo nangis2 kie dhil.......
Trus butuh tissu nga mas...apa dilap aja pakai kaosnya...hehe
k4sihku wrote on Feb 23
Terharu bacanya .....jadi pingin meluk ibu
putrifadhil wrote on Feb 23
k4sihku said
Terharu bacanya .....jadi pingin meluk ibu
Ibuuuuu hiks miss u....
tomgoel wrote on Mar 11
Keagungan cinta untuk anak manusia, hanya ada pada ibunya. Cintailah ibu kita apapun adanya!! Aminn.
Artikel bagus mba putri!!
putrifadhil wrote on Mar 11
tomgoel said
Keagungan cinta untuk anak manusia, hanya ada pada ibunya. Cintailah ibu kita apapun adanya!! Aminn.
Artikel bagus mba putri!!
Terima kasih kembali mas Tom......memang tiada cinta dan kasih yang sejati selain
kasih_NYA & kasih ibu......
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help