ReviewReviewReviewReviewHIKMAH PENGHARAMAN BABIMar 31, '08 11:50 AM
for everyone
Category:Other
> Oleh: Syeikh Fauzi Muhammad Abu Zaid
> Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh pemuda-pemuda kita
> yang sering pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika, yang
> menjadikan daging babi sebagai makanan pokok dalam hidangan mereka.

> Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung,
> ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis.
> Mereka bertanya kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi
> dalam Islam. Mereka bertanya kepada Imam, "Kalian (umat Islam)
> mengatakan bahwa babi haram, karena ia memakan sampah yang
> mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya.
> Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam
> peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi
> yang mencukupi.
> Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri
> dan mikroba lainnya.?"

> Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan
> kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam
> jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu
> babi betina.

> Mengetahui hal itu, mereka bertanya, "Untuk apa semua ini?"Beliau
> menjawab, "Penuhi apa yang saya pinta, maka akan sayaperlihatkan
> suatu rahasia."

> Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan
> agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam
> satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh,
> untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri,
> hingga salah satu dari keduanya hampir tewas. Beliau lalu
> memerintahkan agar mengurung kedua ayam tersebut.

> Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi
> jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan
> keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan
> untuk melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga
> diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.
> Selanjutnya beliau berkata, "Saudara-saudara, daging babi membunuh
> 'ghirah' orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian.
> Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama
> lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak
> di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki
> asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan was-was,
> karena daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yg memakannya."

> Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam syariat
> Islam. Yaitu Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang
> berkeliaran di sekitar kita, yang memakan kotorannya sendiri.
> Syariah memerintahkan bagi orang yang ingin menyembelih ayam,
> bebek atau angsa yang memakan kotorannya sendiri agar mengurungnya
> selama tiga hari, memberinya makan dan memperhatikan apa yang
> dikonsumsi oleh hewan itu.
> Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang mengandung bakteri
> dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah kepada manusia,tanpa
> diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya. Itulah hukum
> Allah, seperti itulah hikmah Allah.

> Ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang
> disebabkan mengkonsumsi daging babi. Sebagian darinya disebutkan
> oleh Dr. Murad Hoffman, seorang Muslim Jerman, dalam bukunya
> "Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman", halaman 130-131:
> "Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya
> berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan
> kolestrol dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh,
> yang mengakibatkan kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit,
> eksim, dan rematik.
> Bukankah sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya
> hidup dan berkembang pada musim panas karena medium babi?"

> Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihadat fi at Tafsir
> al Qur'an al Karim, halaman 112, menyebutkan beberapa penyakit
> yang disebabkan oleh daging babi:
> "Daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing
> trachenea lolipia.
> Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi
> daging babi tersebut.
> Patut dicatat, hingga saat ini, generasi babi belum terbebaskan
> dari cacing-cacing ini. Penyakit lain yang ditularkan oleh daging

> babi banyak sekali, di antaranya:
> Kolera babi. Yaitu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus
> Keguguran nanah, yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi.
> Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa menyebabkan
> kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan
> persendian,Penyakit pengelupasan kulit.

> Benalu eskares, yang berbahaya bagi manusia.
> Fakta-fakta berikut cukup membuat seseorang untuk segera menjauhi babi:

> Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi.
> hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah
> penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya.
> dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya.
> Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya.

> Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya.
> Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia,
> hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak
> ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.

> Ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya,
> kemudian memakannya kembali.
> Ia memakan sampah, busuk-busukan, dan kotoran hewan.
> Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah,
> memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.

> Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
> Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan
> Swedia --Cina mayoritas penduduknya penyembah berhala, sedangkan
> Swedia mayoritas penduduknya sekular-- menyatakan: daging babi
> merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon. Persentase penderita
> penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi,meningkat
> secara drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika,
> serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India).
> Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah,sekitar
> 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam
> Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan,yang
> diadakan di Sao Paulo.

> Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah mengharamkan daging dan lemak
> babi. Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging
> babi saja, namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi,
> seperti beberapa jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti.
> yang bagian atasnya disiram dengan lemak babi.
> Kesimpulannya, semua hal yang menggunakan lemak hewan hendaknya
> diperhatikan sebelum disantap. Kita tidak memakannya kecuali setelah
> yakin bahwa makanan itu tidak mengandung lemak atau minyak babi,
> sehingga kita tidak terjatuh ke dalam kemaksiatan terhadap Allah SWT,
> dan tidak terkena bahaya-bahaya yang melatarbelakangi Allah SWT
> mengharamkan daging dan lemak babi.

26 CommentsChronological   Reverse   Threaded
ketutski wrote on Mar 31
Oh...maaf,
Kalo aku di Bali sudah biasa makan Babi.....dan tidak ada penyakit apapa.....thanks
bram85 wrote on Mar 31
ReviewReviewReviewReviewReview
bram said
syukron

dj0k3r wrote on Mar 31
ReviewReviewReviewReviewReview
TFS ya
ade1827 wrote on Mar 31
ReviewReviewReviewReviewReview
yaapp..setuju ..
sagalainfo wrote on Mar 31
tfs
sweetybell4 wrote on Mar 31
hmmm nocomment sis,..
sowwy yaks
omdhe wrote on Mar 31
sebuah upaya syiar...
bagus dilla...tfs
nazryfjr wrote on Mar 31
Terima kasih atas maklumatnya, sungguh berguna sekali.;-))
Comment deleted at the request of the author.
c3w3kjut3k wrote on Mar 31
mba dilla.......
seppppppppp pokoke
hehehhe
ritonga05 wrote on Mar 31, edited on Mar 31
waah nambah banyak ni pengetahuan, mkasi mbak Dilla..
itu hikmahnya diharamkan daging babi.
klo knapa daging babi itu haram, alasanya karna itu yang diperintahkan-NYA, perintah TUHAN kepada hamba-NYA yg msti dipatuhi mutlak. sama kyak Nabi Adam dl di larang memakan buah khuldi.
rembangbaba wrote on Apr 1
ReviewReviewReview
wah. indah nanpenuh makna aq bersyukur pada sang kholik dapat di pertemukan dengan putrifadhil, alangkah bahagiahnya mereka telah dekat mu. karena engkau benar2 mutiara yang tersembunyi di anatara lumpur kehidupan ini. mudah2an mutiara putrifadhil kan selalu bersinar menerangi alam ini
rembulan07 wrote on Apr 2
terima kasih sekali ya dik...buat artikelnya
sangat berguna sekali buat seluruh umat islam
semoga Allah yang akan menbalasnya...amien
take care dear.....
j4rg4l wrote on Apr 2
ReviewReviewReviewReviewReview
Great artikel Girl...thanks
putrifadhil wrote on Apr 3
Terima kasih buat yang dah berkunjung dan kasih comment
semoga bermanfaat khususnya kaum muslim.
ekosacmania wrote on Apr 25
assalamu"alaikum
mAu Silaturahmi nih
putrifadhil wrote on Apr 26
wa`allaikumsallam wr wb....terima kasih silahturahminya dilla terima....salam kenal ya akhi
sembrani wrote on Apr 26
tulisanya bagus bagus.....
seneng aku bacanya
putrifadhil wrote on Apr 26
tulisanya bagus bagus.....
seneng aku bacanya
Terima kasih mas.
irmakawai wrote on Jun 4
assalamualaikum, makasih atas informasinya ..sangat berguna .
salam kenal ^ - ^
putrifadhil wrote on Jun 8
Wa`allaikumsallam wr wb.....terima kasih kembali sis
salam kenal juga dari dhilla...:)
pageran wrote on Jun 28
Subkhanaallah....makasih ya sayank untuk semua artikelnya
sangat bermanfaat sekali.
putrifadhil wrote on Jun 28
pageran said
Subkhanaallah....makasih ya sayank untuk semua artikelnya
sangat bermanfaat sekali.
Sama2 sayank semoga berguna bagi yg bacanya khusunya umat islam amien.
Comment deleted at the request of the author.
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help